Friday, October 11, 2019

Modul Praktikum Biokimia

Modul Praktikum Biokimia
Program Studi Perikanan


Universitas Padjadjaran
2013


Tata Tertib Praktikum
            Bekerja di laboratorium memerlukan ketelitian dan kehati-hatian agar tidak mengakibatkan kecelakaan kerja. Selama kegiatan praktikum mahasiswa diharapkan memperhatikan hal-hal berikut:
1.      Setiap Praktikan harus mengenakan jas laboratorium dengan rapih dan benar selama kegiatan praktikum berlangsung.
2.      Setiap Praktikan diwajibkan memiliki, membawa dan mengisi buku logbook/jurnal praktikum sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan selama praktikum.
3.      Setiap Praktikan harus memperhatikan waktu pelaksanaan praktikum dan pengumpulan laporan.
4.      Setiap Praktikan diharuskan membuang sampah dan atau bahan praktikum yang telah selesai digunakan pada tempat yang disediakan
5.      Setiap Praktikan diwajibkan memelihara kebersihan ruangan dan alat setelah praktikum.
6.      Perhatikan setiap instruksi baik tertulis maupun lisan dan tidak malu  bertanya kepada dosen maupun asisten jika diperlukan.
7.      Asam dan basa pekat dapat menyebabkan kulit,mata, kelenjar mukosa terbakar.Perhatikan beberapa hal berikut jika anda bekerja dengan asam atau basa pekat:
a)      Gunakan gelas ukur/biuret untuk mengambil asam atau basa pekat.
b)      Basa dan asam kuat jangan didekatkan ke mata.
c)      Jika asam atau basa kuat mengenai organ tubuh segera cuci  dibawah air mengalir selama 10-15 menit kemudian daerah yang terkena diberi asam borat atau ammonia.
8.      Jika terjadi tumpahan bahan kimia segera laporkan ke asisten atau dosen untuk dibersihkan.





Materi A: Pengenalan Bahan dan Peralatan Praktikum

a.       Pendahuluan
Ketersediaan bahan dan peralatan praktikum memegang peranan penting dalam keberhasilan praktikum Biokimia Perairan. Untuk itu pengenalan bahan dan peralatan praktikum ini sangat diperlukan agar data yang diperoleh cukup valid untuk dianalisa.   Oleh karena itu, untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan praktikum perlu dilakukan sosialisasi mengenai jenis dan pengoperasian peralatan utama yang banyak digunakan dalam kegiatan praktikum Biokimia Perairan. Jenis peralatan utama yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan praktikum sangat spesifik, tergantung dari jenis praktikumnya.  Untuk kegiatan praktikum Biokimia Perairan,
b.      Alat yang digunakan
Secara umum peralatan utama yang perlu dipelajari adalah: spektrofotometer, inkubator, hot plate, lemari pendingin. Secara khusus peralatan yang digunakan untuk praktikum B s.d. H.
c.       Bahan yang digunakan
Secara umum bahan yang digunakan meliputi bahan yang digunakan untuk praktikum B s.d. H.
d.      Prosedur kerja
Prosedur kerja yang harus dilakukan oleh praktikan adalah sebagai berikut :
ü  Praktikan mencari informasi dari berbagai sumber (perpustakaan atau internet) mengenai prinsip kerja peralatan praktikum, dan menyerahkan hasil telusuran prinsip kerja peralatan praktikum tersebut kepada asisten praktikum . Praktikan mendengarkan dan melihat peragaan penggunaan peralatan praktikum biokimia perairan.
ü  Praktikan mencatat informasi yang disampaikan selama kegiatan praktikum berlangsung.
ü  Praktikan dianggap telah selesai melaksanakan kegiatan praktikum apabila telah menyerahkan laporan kegiatan harian.



e.       Bentuk pelaporan
Data yang telah diperoleh dari hasil penelusuran dan informasi selama kegiatan praktikum dilaporkan dalam bentuk tabel berikut ini.

Nama Peralatan
Prinsip Kerja
Prosedur Kerja
Gambar Peralatan
1)



2)



….



Dstnya


















Materi B: Hidrolisis Pati Enzimatis
Pendahuluan
Polisakarida adalah senyawa yang terdiri dari unit terkecil monosakarida yang dihubungkan oleh ikatan glikosidik. Polisakarida akan  menjadi monosakarida bila dihidrolisis secara lengkap. Pati merupakan polimer dari 1,4-α-D-glukosa yang terdiri dari amilosa dan amilopektin. Amilosa akan berubah menjadi warna biru bila diwarnai dengan reagen iodin.
Description: amilosaamilopectyn.jpg
Gambar struktur amilosa dan amilopektin

Karbohidrat adalah senyawa makro molekul yang mengandung C, H dan O dengan rumus (CH2O)n, yaitu senyawa yang n atom karbonnya terhidrasi oleh n air. Senyawa karbohidrat memiliki sifat pereduksi karena mengandung gugus karbonil aldehid atau keton dan gugus hidroksil yang sangat banyak.
Polisakarida merupakan polimer yang disusun oleh monosakarida yang bertautan dengan ikatan glikosidik. Fungsi utama senyawa ini sebagai komponen struktural atau bentuk penyimpanan energi. Beberapa contoh polisakarida adalah pati,glikogen dan selulosa.
Monosakarida adalah senyawa karbohidrat sederhana yang mengandung gugus fungsi karbonil. Secara umum senyawa ini dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu aldosa  jika mengandung gugus aldehid dan ketosa jika mengandung gugus keton. Monosakarida juga sering dinamai sesuai jumlah atom karbon penyusunnya seperti triosa, pentosa, heksosa dll.
Glukosa merupakan contoh monosakarida aldosa yang mengandung enam atom karbon dan satu gugus  aldehid. Monosakarida dengan jumlah atom tertentu akan membentuk cincin/anomer dan karbon anomerik (memiliki sifat pereduksi yang kuat). Ikatan glikosidik terbentuk ketika atom karbon anomerik (C1) bereaksi dengan gugus hidroksil.
Metode identifikasi keberadaan karbohidrat secara kualitatif dan kuantitatif telah banyak dikembangkan.
Hidrolisis pati oleh α-amilase akan menghasilkan dekstrin sebagai produk utama, dimana hidrolisis lengkap akan menghasilkan glukosa sebagai produk akhir. Enzim ini dapat diperoleh dari hewan, tumbuhan, dan mikroba.

Alat yang digunakan:
Alat-alat yang digunakan adalah gelas ukur, alumunium foil, labu ukur, inkubator, dan spektrofotometer.

Bahan yang digunakan:
Bahan-bahan yang digunakan adalah pati, glukosa, KI,  I2, enzim amilase, reagen iodin, dan aquades.

Prosedur kerja
a.       Penyiapan larutan pati 0,2%
·         Timbang pati terlarut 0,2 g.
·         Masukkan pati ke gelas kimia lalu ditambahkan 10 ml akuades.
·         Panaskan perlahan hingga mendidih selama 15 menit, lalu dinginkan pada suhu ruang sambil terus diaduk.
·         Diambil 5 ml dan ditambahkan 1 tetes iodine

b.      Penyiapan larutan standar glukosa
·         Timbang 0,5 mg glukosa.
·         Tuangkan ke dalam labu ukur lalu tambahkan akuades sampai volume tepat 10 ml.
c.       Pembuatan Kurva Standar
·         Buat pengenceran glukosa dengan konsentrasi 0,01 gr/ml; 0,02 gr/ml; 0,03 gr/ml; 0,04 gr/ml; 0,05 gr/ml pada tiap tabung. (hitung dengan menggunakan rumus pengenceran)

d.      Pengujian aktivitas amilase
·         Tambahkan 0,25 ml pati dengan 0,25 ml enzim amilase.
·         Ukur pH
·         tambahkan asam/basa untuk sampai pH 5 untuk perlakuan 1 dan pH 8 untuk perlakuan 2
·         Inkubasi pada suhu 55 oC/suhu ruangan selama 10 menit
·         kemudian di tambahkan iodine setelah itu dipanaskan pada suhu mendidih  selama 5 menit.
·         Ukur dengan spektrofotometer (panjang gelombang 600 nm)

Hasil praktikum disajikan dalam bentuk tabel berikut,
No.
Sampel
Perlakuan
Pengamatan perubahan













Format Laporan Praktikum

Cover
Abstrak
Pendahuluan
            Paragraph I (Latar Belakang)
                            II (Tinjauan Pustaka)
                            III (Tujuan)
Metodologi
            Alat & Bahan (Dalam Bentuk Paragraph)
            Prosedur (Paragraph dalam kalimat pasif)
Hasil & Pembahasan
            Hasil
            Pembahasan
Kesimpulan
Dafpus


sumber
https://sitiaminah2006.blogspot.com/2016/03/modul-praktikum-biokimia.html

No comments:

Post a Comment