Saturday, October 12, 2019

INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI PERTANIAN

INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI


INVENTARISASI PERALATAN DAN MESIN INDUSTRI
PERCOBAAN I

(Praktikum Mesin dan Peralatan Industri)












Kelompok : 5
Ayu Nurmalasari                  B1315012
Jamilah                                   B1315028
Martini                                   B1315036






PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN
POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT
PELAIHARI
2015



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Perkembangan zaman dengan meningkatnya ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk yang memiliki potensi untuk berfikir akan selalu mengembangkan sesuatu hal agar menjadikan kehidupannya menjadi lebih baik. Oleh karena itu, proses perubahan akan terus berjalan (Sukirno, 1999).
Penggunaan alat dan mesin sudah sejak lama digunakan dan perkembangannya mengikuti dengan perkembangan kebudayaan manusia. Pada awalnya alat dan mesin pertanian masih sederhana dan terbuat dari batu atau kayu kemudian berkembang menjadi bahan logam. Susunan alat ini mula-mula sederhana, kemudian sampai ditemukannya alat mesin pertanian yang komplek. Dengan dikembangkannya pemanfaatan sumber daya alam dengan motor secara langsung mempengaruhi perkembangan dari alat mesin pertanian (Santika, 2014).
Sebelum memulai melakukan kegiatan praktikum di laboratorium, kita sebagai praktikan harus mengenal alat-alat laboratorium dan semua fungsi peralatan dasar yang biasa digunakan dalam laboratorium kimia. Pengenalan alat-alat yang akan dipergunakan dalam laboratorium sangat penting guna kelancaran percobaan yang dilaksanakan diantaranya adalah menghindari kecelakaan kerja dan gagalnya percobaan. Alat-alat laboratorium biasanya dapat rusak atau  bahkan berbahaya jika tidak sesuai dengan prosedur pemakaian .Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan praktikum di laboratorium kimia.

1.2  Tujuan
Pengenalan alat-alat labolatorium pangan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Inventarisasi alat-alat labolatorium penting dilakukan untuk keselamatan kerja dalam melakukan penelitian. Alat-alat labolatorium biasanya dapat merusak atau bahkan berubah jika penggunaanya tidak sesuai dengan prosedur. Untuk meminimalisir kesalahan prosedur pemakaian alat, maka kita harus mengenal dan mengetahui cara-cara penggunaan alat tersebut dengan baik dan benar. Dalam sebuah praktikum pengenalan alat-alat labolatorium tidak hanya terbatas pada prosedur percobaan penggunaanya tetapi juga dalam perawatan dan kebersihan alat-alat praktikum itu sendiri. Denagn alat-alat ang bersih dan terawatt juga merupakan hal penting dalam berjalannya sebuah praktikum sehingga akan diperoleh hasil penelitian yang lebih akurat.
            Setiap praktikum harus mengenal dan memahami fungsi dan macam-macam alat serta kegunaan alat-alat itu sendiri untuk menghindari kecelakaan dan bahaya sehingga kesalahan prosedur pemakaian dapat diminimalisir. Hal ini penting agar pad percobaan di labolatorium tercipta keadaan yang aman dan baik, diperoleh data yang lebih akurat sehingga meningkatkan kualitas penelitian.









BAB III
METODE
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakasanakan pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2016 Pukul 09.00-11.00 WIB di Labolatorium Pangan Teknologi Industri Pertanian Politeknik Negeri Tanah Laut.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini antara lain alat tulis, mesin serta alat labolatorium pangan.
3.3 Prosedur kerja
1.      Diperhatikan alat dan mesin yang ada di labolatorium pangan.
2.      Dicatat apa saja nama, spesifikasi, merk serta jenisnya.
3.      Ditabulasikan dalam data tabel.








BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.2  Tabel peralatan dan mesin industri
No.
Nama
Spesifikasi
Merk

Jenis





Manual
Mekanis
Otomatis
1.
Oven listrik

Kirin



2.
Desikator

Nalgene



3.
Oven gas

Bima master



4.
Pembuat ice cream

Maksindo



5.
Mixer kecil
Voltase : 220 Vac – 50 Hz
Daya: 190 watt
Miyako



6.
Kompor

Rinnai



7.
Mixer besar
Voltase : 220 V2
Frequency : 50 Hz
Net weight : 42 kg
No. 0376
Power : 500 W
Ip no : 18 x 4
Capacity : 12 L
Produce date : 201405
Dimension : 540 x 380 x 60 mm




8.
Mesin susu kedelai
Splitter of soya milk and dregs. Diameter of grinding when 125 mm.
Efficiency 80 kg/Lt
Input power 1.1 Kw
Motor speed 2800 rpm
Voltage 220
Weight 35 kg
Hem number 2
Date of production 2011.4
FDM - 2125



9.
Cup sealer standar
Model : ET-08
Matrix



10.
Timbangan

Kitchen Scale



11.
Mesin gilingan mie

Seagull



12.
Peniris minyak

POLITALA



13.
Vacuum frying
Daya hidup 8 W
Daya potong 22 W
Tinggi total 30 W
Kapasitas 680 Ltr/Mnt
Suhu max : 35°C
Tegangan : 220 V
Frekuensi : 50 Hz
Daya masukan 1000 W
Rpm : 2850
Ukuran pipa 2x2
Ins lilitan kelas B
IP x 4
Interdab



14.
Impulse saeler
Type : F-100
Power : 150 W
 Type : F-200
Power : 300 W
Type : F-300
Power : 450 W
Type : F-400
Power : 600 W
Source : 1100 / 220 V 50/60 Hz
Royalux



15.
Blender
Daya : 200 Watt
Voltase : 220 Vac – 50 Hz
Miyako



16.
Panci

Jawa



17.
Neraca analitik
Electro balance
Model BL-H2
Model B2
Capacity : 9
Division : 9
Henher



18.
Kulkas

Toshiba



19.
Wajan

Jawa



20.
Dispenser

Kelly



21.
Cup sealer besar
Model ET-A9
Getra




4.2 Pembahasan
Dalam praktikum kita harus mengetahui alat dan mesin yang ada dalam labolatorium serta mengetahui fungsi, merk serta jenis dari setiap alat dan mesin yang ada. Hal ini bertujuan agar tidak ada kesalahan saat menggunakan alat atau mesin. Berikut beberapa alat dan mesin yang ada di labolatorium pangan :
1.      Oven listrik adalah alat yang dapat memasak makanan. Bermerk Kirin dengan jenis mesin otomatis karena tanpa bantuan tangan manusia akan otomatis memasak makan yang ada di dalamnya.
2.      Desikator adalah tempat menyimpan sampel yang harus bebas air, mengeringkan padatan, dan dapat juga digunakan untuk melestarikan kelembaban-sensitif barang-barang seperti kertas kobalt klorida untuk penggunaan lain. Bermerk Nalgene dengan jenis mesin otomatis.
3.      Oven gas adalah alat yang dapat memasak makanan. Bermerk Bima Master dengan jenis mesin mekanis. Dikatakan mekanis karena memerlukan bantuan tangan manusia untuk menjalankan mesin tersebut.
4.      Pembuat ice cream adalah alat yang dapat membuat ice cream. Bermerk Maksindo dengan jenis mesin mekanis.
5.      Mixer kecil berguna untuk mengaduk adonan kue dan semacamnya. Bermerk Miyako dengan jenis mesin tergolong mekanis.
6.      Kompor adalah alat yang dapat memanaskan atau memasak suatu bahan makanan. Bermerk Rinnai dengan jenis mesin tergolong mekanis.
7.      Mixer besar adalah alat pengaduk adonan kue atau semacamnya. Bermerk Getra namun jenis mesin ini berbeda dengan mixer kecil, yaitu jenis otomatis karena tidak memerlukan bantuan tangan manusia untuk mengaduknya.
8.      Mesin pembuat susu kedelai adalah mesin pemecah biji kedelai dengan mengambil sari dari kedelai. Bermerk FDM-2125 dengan jenis mesin otomatis.
9.      Cup sealer adalah mesin yang berfungsi untuk menutup gelas plastik dengan lid yang dipanaskan. Bermerk Matrix dengan jenis mesin mekanis.
10.  Timbangan adalah alat untuk menimbang atau untuk mengetahui massa suatu bahan. Bermerk Kitchen Scale dengan jenis manual, karena memerlukan bantuan tangan manusia dan tanpa memerlukan aliran listrik untuk menjalankannya.
11.  Mesin penggiling mie adalah alat untuk membuat atau mencetak mie. Bermerk Seagull dengan jenis mesin tergolong mekanis.
12.  Peniris minyak adalah alat yang berfungsi sebagai peniris minyak. Bermerk POLITALA dengan jenis mesin tergolong mekanis.
13.  Vacuum frying adalah alat yang berfungsi sebagai penghisap kadar air dalam sayuran dan buah dengan kecepatan tinggi agar pori-pori daging buah-sayur tidak cepat menutup, sehingga kadar air dalam buah dapat diserap dengan sempurna. Bermerk Interdab dengan jenis mesin tergolong otomatis.
14.  Impulse sealer adalah alat untuk penyegelan untuk kemasan. Bermerk Royalux dngan jenis alat tergolong mekanis.
15.  Blender adalah alat yang berfungsi sebagai penghalus dan pencampur suatu bahan makanan. Bermerk Miyako dengan jenis mesin tergolong mekanis.
16.  Panci adalah alat yang berfungsi sebagai alat yang serbaguna, dapat digunakan untuk mengukur, menanak nasi, memasak air dan lain sebagainya. Bermerk Jawa dengan jenis alat tergolong manual.
17.  Neraca analitik adalah alat untuk mengukur berat (terutama yang berukuran kecil) atau alat untuk menimbang suatu zat. Bermerk Henher dengan jenis alat tergolong mekanis.
18.  Kulkas adalah alat untuk menyimpan dan mengawetkan suatu bahan. Bermerk Toshiba dengan jenis mesin tergolong otomatis.
19.  Wajan adalah alat untuk memasak atau menggoreng suatu bahan. Bermerk Jawa dengan jenis alat tergolong manual.
20.  Dispenser adalah alat untuk menyimpan dan mengeluarkan air. Bermerk Kellly dengan jenis alat tergolong manual.
21.  Cup sealer besar adalah mesin yang berfungsi untuk menutup gelas plastik dengan lid yang dipanaskan. Bermerk Getra dengan jenis mesin tergolong mekanis.



















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa setiap alat dan mesin memiliki fungsi yang berbeda. Di antara alat dan mesin yang telah diamati dapat juga dibedakan cara penggunaanya mulai dari manual, mekanis hingga otomatis. Pengertian dari alat yang manual adalah alat yang tidak memerlukan energi listrik dan memerlukan bantuan tangan mausia untuk menjalankannya.  Sedangkan untuk alat yang mekanis adalah alat yang menggunakan energy listrik namun masih memerlukan bantuan tangan manusia untuk menjalankannya. Dan terakhir alat yang otomatis bias disebut mesin karena tidak memrlukan tenaga manusia untuk menjalankannya, hanya memerlukan tenaga listrik. Walaupun kebanyakannya menggunakan energi listrik namun setiap alat memiliki prinsip kerja yang berbeda terutama dalam pengubahan energi itu sendiri.
5.2 Saran










DAFTAR PUSTAKA
Aben. 2014. http://abenchanafia.blogspot.co.id/2014/03/alat-dan-mesin-prtanian-mekanisasi.html. Diakses tanggal 18 Februari 2015
AEL. 1976. Schort-und Mischanlagen im Landwirtschaftlichen Betried. Arbeitsgemeinschaft fur Electrizitatsanwendung in der Landwirtschaft e. V., Heft 7. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Brennan, J.G., J.R. Butlers, N.D. Cowell, dan A.E.V. Lilly. 1974. Food     Engineering Operations. Applied Science Publisher. Essex. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Henderson, S.M. dan R.L. Perry. 1982. Agricultural Process Engineering. The       AVI Publishing Company, Inc. Westport. Diakses tanggal 18 Februari 2015
McCabe, W.L. dan J.C. Smith. 1976. Unit Operations of Chemical Engineering.    McGraw Hill, Inc. Tokyo. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Mc Colly and J.W. Martin. 1955. Processing Agricultural Engineering. Mc Graw- Hill Book Co., New York. Diakses tanggal 18 Februari 2015
Santika, Winda.  2014. http://hatimutiara94.blogspot.co.id/2014/12/praktikum-mesin-dan-peralatan-mesin.html. Diakses tanggal 18 Februari 2015


sumber
http://jamilahtata.blogspot.com/2016/04/inventarisasi-peralatan-dan-mesin.html

No comments:

Post a Comment